Sampang, tretan.news - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang Madura Jawa timur kewalahan melayani jumlah pasien yang terus melonjak dari hari ke hari.
Pantauan awak media dilokasi pasien yang datang tetap mendapatkan pelayanan tetapi tidak mendapat ruangan dan terpaksa mendapat penanganan di lorong-lorong ruangan.
Abdul Wafa Salah satu keluarga pasien Atas nama bayi ibrohim mengaku rela anaknya ditempatkan di lorong-larong untuk mendapatkan perawatan.
“Tidak apa-apa mas yang penting anak kami bisa mendapatkan perawatan, karena kalau saya bawa pulang mau di apakan juga,”Ucapnya Selasa (27/12/22).
Abdul Wafa yang merupakan warga desa Batoporo barat, Kecamatan kedungdung, Kabupaten sampang mengatakan lebih mempercayai RSUD dr. Muhammad Zyn untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada anaknya.
“Sebenarnya saya sudah tau mas kalau di RSUD itu kamar rawat inap katanya full, tapi kami sendiri yang memaksakan,” Tutupnya.
Sementara kepala ruangan (Karu) IGD RSUD dr. Muhammad Zyn Salman Alfarisi mengatakan, pihaknya memilih untuk tidak menutup IGD sementara waktu karena menurut nya demi kenyamanan masyarakat.
“Sebenarnya kami sudah mengarahkan ke Klinik Atau ke Rs lain mas, tapi masyarakat tidak mau dan memilih untuk di rawat disini sementara disini sudah overload, jadi terpaksa kami tampung di IGD semua mas,” Ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa jumlah pasien semakin hari semakin banyak, bahkan dirinya mengatakan bahwa rsud dr Muhammad Zyn ini perlu di perbesar lagi.
“Sebenarnya kami kewalahan mas, tapi mau bagaimana lagi sudah tanggung jawab kami siap tidak siap harus siap,”Pungkasnya.
Reporter : Wafa / Editor : Khoir
