-->

Notification

×

Iklan

Iklan 728x90

Indeks Berita

Peluh dan Khidmah di Tambakberas: Cara MADAS Sedarah Gresik Kawal Muktamar NU

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 03.20.00 WIB Last Updated 2026-08-28T20:20:12Z

 


JOMBANG, tretan.org — Hiruk-pikuk ribuan warga nahdliyin memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Suasana Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 terasa begitu hidup.


​Di salah satu sudut keramaian itu, sekelompok relawan sibuk mendirikan tenda. Peluh membasahi seragam mereka, namun senyum ramah tak pernah lepas menyapa para pejalan kaki.


​Mereka adalah anggota MADAS Sedarah DPC Gresik. Berbekal semangat gotong royong, para relawan ini rela datang lebih awal sejak Selasa (25/8/2026) lalu.


​Kehadiran mereka bukan sekadar untuk meramaikan barisan penggembira muktamar. Lebih dari itu, mereka datang untuk melayani.


Membangun Tenda, Merawat Kemanusiaan


​Ketua MADAS Sedarah DPC Gresik, H. Mohammad Salim, S.Ag., turun langsung memimpin barisan relawan. Matanya menyiratkan kebanggaan melihat anggotanya bahu-membahu.


​Salim menegaskan, organisasinya ingin mengambil peran nyata. Ia menolak jika kehadiran mereka di Tambakberas sekadar menjadi penonton panggung sejarah NU.


​"Kami ingin memberikan pelayanan dan membantu masyarakat yang hadir dalam Muktamar NU ke-35," ujar Mohammad Salim.


​Di bawah tenda yang mereka bawa jauh dari Gresik, relawan menyajikan ribuan porsi makanan ringan dan minuman. Semuanya gratis.


​Fasilitas logistik ini seolah menjadi oase kecil bagi para muktamirin dan warga sekitar yang kelelahan menembus padatnya lautan manusia.


Siaga 24 Jam di Tengah Lautan Manusia


​Selain tenda logistik, sebuah ambulans bersiaga penuh di lokasi. Lampu rotatornya menjadi simbol kesiapsiagaan medis di tengah keramaian.


​Tim relawan medis MADAS Sedarah menyiagakan armada ini selama 24 jam penuh. Mereka mengawal acara sejak 27 hingga 30 Agustus 2026 tanpa jeda.


​Ambulans ini bebas diakses oleh siapa saja. Baik peserta muktamar maupun masyarakat lokal yang membutuhkan evakuasi medis darurat.


​“Ini sebagai bentuk dukungan tulus MADAS Sedarah DPC Gresik kepada masyarakat dan peserta yang membutuhkan bantuan,” tegas Salim.


Hadir Lewat Aksi Nyata


​Aksi solidaritas ini menyedot simpati banyak pihak. Relawan dari berbagai daerah jaringan MADAS turut bergabung, mempertebal barisan pelayanan kemanusiaan di Jombang.


​Bagi Salim, pergerakan ini adalah pembuktian jati diri organisasi. Sebuah organisasi harus hidup di tengah masyarakat, memeluk kepedulian lewat aksi nyata.


​“Kami ingin MADAS Sedarah hadir bukan hanya sebagai nama organisasi, tetapi benar-benar hadir dan memberikan manfaat langsung,” ungkapnya penuh harap.


​Ketika panggung Muktamar NU ke-35 usai dan hiruk-pikuk mereda, tenda relawan ini mungkin akan dibongkar. Namun, jejak peluh dan keikhlasan melayani dari kawan-kawan MADAS Sedarah akan terus membekas di hati para nahdliyin.


Kontributor: Syaiful

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update