Rak digunakan untuk menyusun baglog agar penggunaan ruang lebih efisien.
a. Bahan Rak
1. Bambu
2. Kayu
3. Besi galvanis
Rak bambu paling banyak digunakan karena ekonomis.
Ø Lebar rak: 40–60 cm
Ø Tinggi antar tingkat:
40–50 cm
Ø Jumlah tingkat: 4–6
tingkat
Ø Jarak antar rak:
70–100 cm untuk memudahkan perawatan dan panen.
e. Sistem Ventilasi
Ventilasi
sangat penting untuk menjaga kadar oksigen dan membuang karbon dioksida.
Fungsi
ventilasi:
- Menjaga
sirkulasi udara
- Mengurangi
kelembapan berlebih
- Mencegah
pertumbuhan jamur liar
Ventilasi biasanya dibuat pada:
- Bagian
atas dinding
- Bagian
bawah dinding
Ventilasi dapat ditutup menggunakan kasa agar
serangga tidak masuk.
f.
Pengaturan Suhu dan Kelembapan
Jamur tiram membutuhkan:
|
Faktor |
Kisaran
Ideal |
|
Suhu |
22–28°C |
|
Kelembapan |
80–90% |
|
Cahaya |
Remang-remang |
|
pH Lingkungan |
6–7 |
Cara
Menjaga Kelembapan
1. Menyiram lantai kumbung.
2. Menyemprot dinding bambu.
3. Menggunakan nozzle kabut (mist
maker).
4. Memasang humidifier pada kumbung
modern.
g.
Sterilisasi Kumbung Sebelum Digunakan
Sebelum
baglog dimasukkan, kumbung harus dibersihkan.
Langkah-langkah:
1. Membersihkan debu dan kotoran.
2. Menyapu seluruh ruangan.
3. Mencuci rak jika diperlukan.
4. Menyemprot disinfektan atau
larutan kapur.
5. Mengosongkan kumbung selama 2–3
hari.
Tujuannya untuk mengurangi
mikroorganisme pengganggu.
h.
Penataan Baglog dalam Kumbung
Baglog
dapat disusun dengan dua metode:
1. Horizontal
Mulut baglog menghadap ke luar.
Kelebihan:
·
Mudah
dipanen
·
Sirkulasi
udara baik
2. Vertikal
Baglog
berdiri tegak.
Kelebihan:
·
Menghemat
ruang
Metode horizontal lebih banyak digunakan pada
budidaya jamur tiram.
